Selasa, 18 Mei 2010

Asal Usul Nama Uang Rupiah

Inilah Asal Usul Nama Uang Rupiah


Pernah kepikiran kalau mata uang Indonesia harus RUpiah.. Pastilah pernah kadang" tersirat di pikiran.
Nahh.. Kali ini mari kita bahas ulasan mengenai asal usul rupiah yang notabene menjadi nama mata uang Indonesia.
Perkataan “rupiah” berasal dari perkataan “Rupee”, satuan mata uang India. Indonesia telah menggunakan mata uang Gulden Belanda dari tahun 1610 hingga 1817. Setelah tahun 1817, dikenalkan mata uang Gulden Hindia Belanda.

Mata uang rupiah pertama kali diperkenalkan secara resmi pada waktu Pendudukan Jepang sewaktu Perang Dunia ke-2, dengan nama rupiah Hindia Belanda. Setelah berakhirnya perang, Bank Jawa (Javaans Bank, selanjutnya menjadi Bank Indonesia) memperkenalkan mata uang rupiah jawa sebagai pengganti.

Mata uang gulden NICA yang dibuat oleh Sekutu dan beberapa mata uang yang dicetak kumpulan gerilya juga berlaku pada masa itu.

Sejak 2 November 1949, empat tahun setelah merdeka, Indonesia menetapkan Rupiah sebagai mata uang kebangsaannya yang baru. Kepulauan Riau dan Irian Barat memiliki variasi rupiah mereka sendiri tetapi penggunaan mereka dibubarkan pada tahun 1964 di Riau dan 1974 di Irian Barat.

Krisis ekonomi Asia tahun 1998 menyebabkan nilai rupiah jatuh sebanyak 35% dan membawa kejatuhan pemerintahan Soeharto.

Rupiah merupakan mata uang yang boleh ditukar dengan bebas tetapi didagangkan dengan pinalti disebabkan kadar inflasi yang tinggi .

Satuan di bawah rupiah

Rupiah memiliki satuan di bawahnya. Pada masa awal kemerdekaan, rupiah disamakan nilainya dengan gulden Hindia Belanda, sehingga dipakai pula satuan-satuan yang lebih kecil yang berlaku di masa kolonial.

Berikut adalah satuan-satuan yang pernah dipakai namun tidak lagi dipakai karena penurunan nilai rupiah menyebabkan satuan itu tidak bernilai penting.

* sen, seperseratus rupiah (ada koin pecahan satu dan lima sen)
* cepeng, hepeng, seperempat sen, dari feng, dipakai di kalangan Tionghoa
* peser, setengah sen
* pincang, satu setengah sen
* gobang atau benggol, dua setengah sen
* ketip/kelip/stuiver (Bld.), lima sen (ada koin pecahannya)
* picis, sepuluh sen (ada koin pecahannya)
* tali, seperempat rupiah (25 sen, ada koin pecahan 25 dan 50 sen)

Terdapat pula satuan uang, yang nilainya adalah sepertiga tali.

Satuan di atas rupiah

Terdapat dua satuan di atas rupiah yang sekarang juga tidak dipakai lagi.
* ringgit, dua setengah rupiah (pernah ada koin pecahannya)
* kupang, setengah ringgit

Sumber http://www.populerkan.com - http://timetotalks.blogspot.com

Robot Jadi Penghulu

TOKYO -- Bersejarah. Itulah yang dilakukan pengantin di Tokyo, Jepang, ini. Tomohiro Shibata dan Satoko Inoue melangsungkan pernikahan, dengan robot sebagai peghulunya. Momentum ini pertama kali di dunia.

Layaknya penghulu manusia, robot bernama I-Fairy duduk di kursi dan memerintahkan kepada pengantin laki-laki, Shibata, untuk membuka cadar pengantin wanitanya. Robot setinggi 1,5 meter itu memberi instruksi dengan gerakan tangan dan mata sambil berkedip mempersilakan pengantin berciuman.

Acara unik yang digelar pekan lalu di atas sebuah restoran di ibu kota Jepang itu dihadiri 50 tamu undangan. Ternyata pasangan itu memang menekuni dunia robot. Shibata ahli ilmu robotik, sedangkan Inoue bekerja di industri yang memproduksi robot.

Di sela prosesi pernikahan, Shibata menuturkan, ia bertemu dengan calon istrinya itu saat sama-sama bekerja di perusahaan yang membuat robot I-Fairy. "Saya ingin robot ciptaan kami ini menjadi bagian dari peristiwa penting dalam hidup kami berdua," ujar Inoue bangga.BBC | BASUKI RAHMAT
sumber : www.korantempo.com

20 Daftar Orang Terkaya di Dunia

Inilah 20 Daftar Orang Terkaya di Dunia


Carlos Slim Helu kembali meraih gelar orang terkaya dunia versi majalah Forbes pada Rabu (10/3). Total kekayaan Slim yang mencapai US$ 53,5 miliar ini melampaui kekayaan Bill Gates dan Warren Buffet.

Slim menjadi orang pertama dari luar Amerika Serikat (AS) yang memimpin jajaran miliarder dunia dalam 16 tahun terakhir. Nilai kekayaan Slim yang membangun kerajaan telekomunikasi sejak dua dekade lalu, meningkat sebesar US$ 18,5 miliar dalam setahun terakhir.Di peringkat kedua, ada Bill Gates yang kekayaannya naik US$ 13 miliar menjadi US$ 53 miliar. Lalu, di urutan ketiga adalah pemilik Berkshire Hathaway Inc., Warren Buffet, dengan kekayaan naik US$ 10 miliar menjadi U$ 47 miliar.

Ini yang kedua kalinya sejak 1995 Gates tidak meraih peringkat pertama, tulis majalah tersebut.Ranking 20 orang terkaya dunia versi Forbes adalah:

Carlos Slim (Mexico) - 53.5 milyar dolar AS, telekomunikasi
Bill Gates (USA) - 53 milyar dolar AS, Microsoft
Warren Buffett (USA) - 47 milyar dolar AS, Berkshire Hathaway
Mukesh Ambani (India) - 29 milyar dolar AS, Petro kimia, minyak dan gas.
Lakshmi Mittal (India) - 28.7 milyar dolar AS, Baja.
Larry Ellison (USA) - 28 billion, Oracle
Bernard Arnault (France) - 27.5 milyar dolar AS, LVMH
Eike Batista (Brazil) - 27 milyar dolar AS, penambangan, minyak.
Amancio Ortega (Spain) - 25 milyar dolar AS, pengusaha.
Karl Albrecht (Germany) - 23.5 milyar dolar AS, supermarkets
Ingvar Kamprad & family (Sweden) - 23 milyar dolar AS, Ikea
Christy Walton & family (USA) - 22.5 milyar dolar AS, Walmart
Stefan Persson (Sweden) - 22.4 milyar dolar AS, Hennes & Mauritz
Li Ka-shing (Hong Kong) - 21 milyar dolar AS, campur-campur
Jim Walton (USA) - 20.7 milyar dolar AS, Walmart
Alice Walton (USA) - 20.6 milyar dolar AS, Walmart
Liliane Bettencourt (France) - milyar dolar AS, L'Oreal
S. Robson Walton (USA) - 19.8 milyar dolar AS, Walmart
Prince Alwaleed Bin Talal Alsaud (Saudi Arabia) - 19.4 milyar dolar AS, Investasi
David Thomson & family (Canada) - $19 milyar dolar AS, berita dan perusahaan informasi Thomson Reuters.
Orang terkaya di Asia

Di Asia, pria yang mendapat predikat sebagai orang terkaya di Asia adalah Mukesh Ambani. Pemilik perusahaan penyulingan dan eksplorasi energi Reliance Industries Ltd. yang berbasis di Mumbai ini berada di urutan keempat dunia. Nilai kekayaan Ambani mencapai US$ 29 miliar, naik US$ 19,5 miliar dari posisi tahun lalu.

Orang India lainnya yang berada di jajaran orang kaya dunia adalahh Lakshmi Mittal, CEO produsen baja terbesar dunia ArcelorMittal. Mittal menyodok ke posisi kelima dari posisi kedelapan pada tahun lalu. Nilai kekayaan Mittal mencapai US$ 28,7 miliar, naik US$ 9,4 miliar dari tahun lalu.


sumber : raobaca.com

Inilah Isi Lengkap Ramalan Jayabaya

Ramalan Jayabaya adalah ramalan dalam tradisi Jawa yang salah satunya dipercaya ditulis oleh Jayabaya, raja Kerajaan Kadiri. Ramalan ini dikenal pada khususnya di kalangan masyarakat Jawa yg dilestarikan secara turun temurun oleh para pujangga.Asal Usul utama serat jangka Jayabaya dapat dilihat pada kitab Musasar yg digubah oleh Sunan Giri Prapen. Sekalipun banyak keraguan keaslianya tapi sangat jelas bunyi bait pertama kitab Musasar yg menuliskan bahwasanya Jayabayalah yg membuat Ramalan-ramalan tersebutDikutip dari Wikipedia dijelaskan "Kitab Musarar dibuat tatkala Prabu Jayabaya di Kediri yang gagah perkasa, Musuh takut dan takluk, tak ada yang berani."Meskipun demikian, kenyataannya dua pujangga yang hidup sezaman dengan Prabu Jayabaya, yakni Mpu Sedah dan Mpu Panuluh, sama sekali tidak menyebut dalam kitab-kitab mereka: Kakawin Bharatayuddha, Kakawin Hariwangsa dan Kakawin Gatotkacasraya, bahwa Prabu Jayabaya memiliki karya tulis. Kakawin Bharatayuddha hanya menceritakan peperangan antara kaum Korawa dan Pandawa yang disebut peperangan Bharatayuddha. Sedangkan Kakawin Hariwangsa dan Kakawin Gatotkacasraya berisi tentang cerita ketika sang prabu Kresna, titisan batara Wisnu ingin menikah dengan Dewi Rukmini, dari negeri Kundina, putri prabu Bismaka. Rukmini adalah titisan Dewi Sri.Dari berbagai sumber dan keterangan yang ada mengenai Ramalan Jayabaya, maka pada umumnya para sarjana sepakat bahwa sumber ramalan ini sebenarnya hanya satu, yakni Kitab Asrar (Musarar) karangan Sunan Giri Perapan (Sunan Giri ke-3) yang kumpulkannya pada tahun Saka 1540 = 1028 H = 1618 M, hanya selisih 5 tahun dengan selesainya kitab Pararaton tentang sejarah Majapahit dan Singosari yang ditulis di pulau Bali 1535 Saka atau 1613 M. Jadi penulisan sumber ini sudah sejak jamannya Sultan Agung dari Mataram bertahta (1613-1645 M).Kitab Jangka Jayabaya pertama dan dipandang asli, adalah dari buah karya Pangeran Wijil I dari Kadilangu (sebutannya Pangeran Kadilangu II) yang dikarangnya pada tahun 1666-1668 Jawa = 1741-1743 M. Sang Pujangga ini memang seorang pangeran yang bebas. Mempunyai hak merdeka, yang artinya punya kekuasaan wilayah "Perdikan" yang berkedudukan di Kadilangu, dekat Demak! Memang beliau keturunan Sunan Kalijaga, sehingga logis bila beliau dapat mengetahui sejarah leluhurnya dari dekat, terutama tentang riwayat masuknya Sang Brawijaya terakhir (ke-5) mengikuti agama baru, Islam, sebagai pertemuan segitiga antara Sunan Kalijaga, Brawijaya ke-V dan Penasehat Sang Baginda benama Sabda Palon dan Nayagenggong.Disamping itu beliau menjabat sebagai Kepala Jawatan Pujangga Keraton Kartasura tatkala jamannya Sri Paku Buwana II (1727-1749). Hasil karya sang Pangeran ini berupa buku-buku misalnya, Babad Pajajaran, Babad Majapahit, Babad Demak, Babad Pajang, Babad Mataram, Raja Kapa-kapa, Sejarah Empu, dll. Tatkala Sri Paku Buwana I naik tahta (1704-1719) yang penobatannya di Semarang, Gubernur Jenderalnya benama van Outhoorn yang memerintah pada tahun 1691-1704. Kemudian diganti G.G van Hoorn (1705-1706), Pangerannya Sang Pujangga yang pada waktu masih muda. Didatangkan pula di Semarang sebagai Penghulu yang memberi Restu untuk kejayaan Keraton pada tahun 1629 Jawa = 1705 M, yang disaksikan GG. Van Hoorn.Ketika keraton Kartasura akan dipindahkan ke desa Sala, sang Pujangga diminta pandapatnya oleh Sri Paku Buwana II. Ia kemudian diserahi tugas dan kewajiban sebagai peneliti untuk menyelidiki keadaan tanah di desa Sala, yang terpilih untuk mendirikan keraton yang akan didirikan tahun 1669 Jawa (1744 M).Sang Pujangga wafat pada hari Senin Pon, 7 Maulud Tahun Be Jam'iah 1672 Jawa 1747 M, yang pada jamannya Sri Paku Buwono 11 di Surakarta. Kedudukannya sebagai Pangeran Merdeka diganti oleh puteranya sendiri yakni Pangeran Soemekar, lalu berganti nama Pangeran Wijil II di Kadilangu (Pangeran Kadilangu III), sedangkan kedudukannya sebagai pujangga keraton Surakarta diganti oleh Ngabehi Yasadipura I, pada hari Kemis Legi,10 Maulud Tahun Be 1672 Jawa = 1747 M.[sunting] AnalisaJangka Jayabaya yang kita kenal sekarang ini adalah gubahan dari Kitab Musarar, yang sebenarnya untuk menyebut "Kitab Asrar" Karangan Sunan Giri ke-3 tersebut. Selanjutnya para pujangga dibelakang juga menyebut nama baru itu.Kitab Asrar itu memuat lkhtisar (ringkasan) riwayat negara Jawa, yaitu gambaran gilir bergantinya negara sejak jaman purbakala hingga jatuhnya Majapahit lalu diganti dengan Ratu Hakikat ialah sebuah kerajaan Silam pertama di Jawa yang disebut sebagai ”Giri Kedatan". Giri Kedatan ini nampaknya Merupakan jaman peralihan kekuasaan Islam pertama di Jawa yang berlangsung antara 1478-1481 M, yakni sebelum Raden Patah dinobatkan sebagai Sultan di Demak oleh para Wali pada 1481 M. Namun demikian adanya keraton Islam di Giri ini masih bersifat ”Hakikat” dan diteruskan juga sampai jaman Sunan Giri ke-3.Sejak Sunan Giri ke-3 ini praktis kekuasaannya berakhir karena penaklukkan yang dilakukan oleh Sultan Agung dari Mataram; Sejak Raden Patah naik tahta (1481) Sunan Ratu dari Giri Kedatan ini lalu turun tahta kerajaan, diganti oleh Ratu seluruh jajatah, ialah Sultan di Demak, Raden Patah. Jadi keraton di Giri ini kira-kira berdiri antara 1478-1481 M atau lebih lama lagi, yakni sejak Sunan Giri pertama mendirikannya atau mungkin sudah sejak Maulana Malik Ibrahim yang wafat pada tahun 1419 M (882 H). Setelah kesultanan Demak jatuh pada masa Sultan Trenggono, lalu tahta kerajaan jatuh ke tangan raja yang mendapat julukan sebagai "Ratu Bobodo") ialah Sultan Pajang. Disebut demikian karena pengaruh kalangan Ki Ageng yang berorientasi setengah Budha/Hindu dan setengah Islam di bawah pengaruh kebatinan Siti Jenar, yang juga hendak di basmi pengaruhnya sejak para Wali masih hidup.Setelah Kerajaan ini jatuh pula, lalu di ganti oleh penguasa baru yakni, Ratu Sundarowang ialah Mataram bertahta dengan gelar Prabu Hanyokro Kusumo (Sultan Agung) yang berkuasa di seluruh Jawa dan Madura. Di kelak kemudian hari (ditinjau, dari sudut alam pikiran Sri Sultan Agung dari Mataram ini) akan muncullah seorang raja bertahta di wilayah kerajaan Sundarowang ini ialah seorang raja Waliyullah yang bergelar Sang Prabu Herucakra yang berkuasa di seluruh Jawa-Madura, Patani dan Sriwijaya.Wasiat Sultan Agung itu mengandung kalimat ramalan, bahwa kelak sesudah beliau turun dari tahta, kerajaan besar ini akan pulih kembali kewibawaannya, justru nanti dijaman jauh sesudah Sultan Agung wafat. Ini berarti raja-raja pengganti beliau dinilai (secara pandangan batin) sebagai raja-raja yang tidak bebas merdeka lagi. Bisa kita maklumi, karena pada tahun-tahun berikutnya praktis Mataram sudah menjadi negara boneka VOC yang menjadi musuh Sultan Agung (ingat perang Sultan Agung dengan VOC tahun 1628 & 1629 yang diluruk ke Jakarta/ Batavia oleh Sultan Agung).Oleh Pujangga, Kitab Asrar digubah dan dibentuk lagi dengan pendirian dan cara yang lain, yakni dengan jalan mengambil pokok/permulaan cerita Raja Jayabaya dari Kediri. Nama mana diketahui dari Kakawin Bharatayudha, yang dikarang oleh Mpu Sedah pada tahun 1079 Saka = 1157 M atas titah Sri Jayabaya di Daha/ Kediri. Setelah mendapat pathokan/data baru, raja Jayabaya yang memang dikenal masyarakat sebagai pandai meramal, sang pujangga (Pangeran Wijil) lalu menulis kembali, dengan gubahan "JANGKA JAYABAYA" dengan ini yang dipadukan antara sumber Serat Bharatayudha dengan kitab Asrar serta gambaran pertumbuhan negara-negara dikarangnya sebelumnya dalam bentuk babad.Lalu dari hasil, penelitiannya dicarikan Inti sarinya dan diorbitkan dalam bentuk karya-karya baru dengan harapan dapat menjadi sumber semangat perjuangan bagi generasi anak cucu di kemudian hari.Cita-cita yang pujangga yang dilukiskan sebagai jaman keemasan itu, jelas bersumber semangat dari gambaran batin Sultan Agung. Jika kita teliti secara kronologi, sekarang ternyata menunjukan gambaran sebuah negara besar yang berdaulat penuh yang kini benama "REPUBLIK INDONESIA"!. Kedua sumber yang diperpadukan itu ternyata senantiasa mengilhami para pujangga yang hidup diabad-abad kemudian, terutama pujangga terkenal R.Ng., cucu buyut pujangga Yasadipura I pengganti Pangeran Wijil I.Jangka Jayabaya dari Kitab Asrar ini sungguh diperhatikan benar-benar oleh para pujangga di Surakarta dalam abad 18/19 M dan sudah terang Merupakan sumber perpustakaan dan kebudayaan Jawa baru. Hal ini ternyata dengan munculnya karangan-karangan baru, Kitab Asrar/Musarar dan Jayabaya yang hanya bersifat ramalan belaka. Sehingga setelah itu tumbuh bermacam-macam versi teristimewa karangan baru Serat Jayabaya yang bersifat hakikat bercampur jangka atau ramalan, akan tetapi dengan ujaran yang dihubungkan dengan lingkungan historisnya satu sama lain sehingga merupakan tambahan riwayat buat negeri ini.Semua itu telah berasal dari satu sumber benih, yakni Kitab Asrar karya Sunan Giri ke-3 dan Jangka Jayabaya gubahan dari kitab Asrar tadi, plus serat Mahabarata karangan Mpu Sedah & Panuluh. Dengan demikian, Jangka Jayabaya ini ditulis kembali dengan gubahan oleh Pangeran Wijil I pada tahun 1675 Jawa (1749 M) bersama dengan gubahannya yang berbentuk puisi, yakni Kitab Musarar. Dengan begitu menjadi jelaslah apa yang kita baca sekarang ini.[sunting] Kitab Musasar JayabayaAsmarandana1. Kitab Musarar dibuat tatkala Prabu Jayabaya di Kediri yang gagah perkasa, Musuh takut dan takluk, tak ada yang berani.2. Beliau sakti sebab titisan Batara wisnu. Waktu itu Sang Prabu menjadi raja agung, pasukannya raja-raja.3. Terkisahkan bahwa Sang Prabu punya putra lelaki yang tampan. Sesudah dewasa dijadikan raja di Pagedongan. Sangat raharja negara-nya.4. Hal tersebut menggembirakan Sang Prabu. Waktu itu tersebutkan Sang Prabu akan mendapat tamu, seorang raja pandita dari Rum bernama, Sultan Maolana.5. Lengkapnya bernama Ngali Samsujen. Kedatangannya disambut sebaik-baiknya. Sebab tamu tersebut seorang raja pandita lain bangsa pantas dihormati.6. Setelah duduk Sultan Ngali Samsujen berkata: “Sang Prabu Jayabaya, perkenankan saya memberi petuah padamu menge.nai Kitab Musarar.7. Yang menyebutkan tinggal tiga kali lagi kemudian kerajaanmu akan diganti oleh orang lain”. Sang Prabu mendengarkan dengan sebaik-baiknya. Karena beliau telah mengerti kehendak Dewata.8. Sang Prabu segera menjadi murid sang Raja Pandita. Segala isi Kitab Musarar sudah diketahui semua. Beliaupun ingat tinggal menitis 3 kali.9. Kelak akan diletakkan dalam teken Sang Pandita yang ditinggal di Kakbah yang membawa Imam Supingi untuk menaikkan kutbah,10. Senjata ecis itu yang bernama Udharati. Dikelak kemudian hari ada Maolana masih cucu Rasul yang mengembara sampai ke P. Jawa membawa ecis tersebut. Kelak menjadi punden Tanah Jawa.11. Raja Pandita pamit dan musnah dari tempat duduk. Kemudian terkisahkan setelah satu bulan Sang Prabu memanggil putranya.12. Setelah sang putra datang lalu diajak ke gunung Padang. Ayah dan putra itu setelah datang lalu naik ke gunung.13. Di sana ada Ajar bernama Ajar Subrata. Menjemput Prabu Jayabaya seorang raja yang berincoknito termasuk titisan Batara Wisnu..14. Karenanya Sang Prabu sangat waspada, tahu sebelum kejadian mengenai raja-raja karena Sang Prabu menerima sasmita gaib.15. Bila Islam seperti Nabi. Prabu Jayabaya bercengkrama di gunung sudah lama. Bertemu dengan ki Ajar di gunung Padang. Yang bertapa brata sehingga apa yang dikehendaki terjadi.16. Tergopoh-gopoh menghormati. Setelah duduk ki Ajar memanggil seorang endang yang membawa sesaji. Berwarna-warni isinya. Tujuh warna-warni dan lengkap delapan dengarn endangnya.17. Jadah (ketan) setakir, bawang putih satu talam, kembang melati satu bungkus, darah sepitrah, kunir sarimpang, sebatang pohon kajar dan kembang mojar satu bungkus.18. Kedelapan endang seorang. Kemudian ki Ajar menghaturkan sembah : “Inilah hidangan kami untuk sang Prabu”. Sang Prabu waspada kemudian menarik senjata kerisnya.19. Ki Ajar ditikam mati. Demikian juga endangnya. Keris kemudian dimasukkan lagi. Cantrik-cantrik berlarian karena takut. Sedangkan raja putra kecewa melihat perbuatan ayahnya.20. Sang putra akan bertanya merasa takut. Kemudian merekapun pulang. Datang di kedaton Sang Prabu berbicara dengan putranya.21. Heh anakku. Kamu tahu ulah si Ajar yang saya bunuh. Sebab berdosa kepada guru saya Sultan Maolana Ngali Samsujen tatkala masih muda.Sinom1. Dia itu sudah diwejang (diberitahu) oleh guru mengenai kitab Musarar. Sama seperti saya. Namun dia menyalahi janji, musnah raja-raja di P. Jawa. Toh saya sudah diberitahu bahwa saya tinggal 3 kali lagi.2. Bila sudah menitis tiga kali kemudian ada jaman lagi bukan perbuatan saya. Sudah dikatakan oleh Maolana Ngali tidak mungkin berobah lagi. Diberi lambang Jaman Catur semune segara asat.3. Itulah Jenggala, Kediri, Singasari dan Ngurawan. Empat raja itu masih kekuasaan saya. Negaranya bahagia diatas bumi. Menghancurkan keburukan.4. Setelah 100 tahun musnah keempat kerajaan tersebut. Kemudian ada jaman lagi yang bukan milik saya, sebab saya sudah terpisah dengan saudara-saudara ditempat yang rahasia.5. Di dalam teken sang guru Maolana Ngali. Demikian harap diketahui oleh anak cucu bahwa akan ada jaman Anderpati yang bernama Kala-wisesa.6. Lambangnya: Sumilir naga kentir semune liman pepeka. Itu negara Pajajaran. Negara tersebut tanpa keadilan dan tata negara, Setelah seratus tahun kemudian musnah.7. Sebab berperang dengan saudara. Hasil bumi diberi pajak emas. Sebab saya mendapat hidangan Kunir sarimpang dari ki Ajar. Kemudian berganti jaman di Majapahit dengan rajanya Prabu Brawijaya.8. Demikian nama raja bergelar Sang Rajapati Dewanata. Alamnya disebut Anderpati, lamanya sepuluh windu (80 tahun). Hasil negara berupa picis (uang). Ternyata waktu itu dari hidangan ki Ajar.9. Hidangannya Jadah satu takir. Lambangnya waktu itu Sima galak semune curiga ketul. Kemudian berganti jaman lagi. Di Gelagahwangi dengan ibukota di Demak. Ada agama dengan pemimpinnya bergelar Diyati Kalawisaya.10. Enam puluh lima tahun kemudian musnah. Yang bertahta Ratu Adil serta wali dan pandita semuanya cinta. Pajak rakyat berupa uang. Temyata saya diberi hidangan bunga Melati oleh ki Ajar.11. Negara tersebut diberi lambang: Kekesahan durung kongsi kaselak kampuhe bedah. Kemudian berganti jaman Kalajangga. Beribukota Pajang dengan hukum seperti di Demak. Tidak diganti oleh anaknya. 36 tahun kemudian musnah.12. Negara ini diberi lambang: cangkrama putung watange. Orang di desa terkena pajak pakaian dan uang. Sebab ki Ajar dahulu memberi hidangan sebatang pohon kajar. Kemudian berganti jaman di Mataram. Kalasakti Prabu Anyakrakusuma.13. Dicintai pasukannya. Kuat angkatan perangnya dan kaya, disegani seluruh bangsa Jawa. Bahkan juga sebagai gantinya Ajar dan wali serta pandita, bersatu dalam diri Sang Prabu yang adil.14. Raja perkasa tetapi berbudi halus. Rakyat kena pajak reyal. Sebab waktu itu saya mendapat hidangan bawang putih dari ki Ajar. Rajanya diberi gelar: Sura Kalpa semune lintang sinipat.15. Kemudian berganti lagi dengan lambang: Kembang sempol Semune modin tanpa sreban. Raja yang keempat yang penghabisan diberi lambang Kalpa sru kanaka putung. Seratus tahun kemudian musnah sebab melawan sekutu. Kemudian ada nakhoda yang datang berdagang.16. Berdagang di tanah Jawa kemudian mendapat sejengkal tanah. Lama kelamaan ikut perang dan selalu menang, sehingga terpandang di pulau Jawa. Jaman sudah berganti meskipun masih keturunan Mataram. Negara bernama Nyakkrawati dan ibukota di Pajang.17. Raja berpasukan campur aduk. Disegani setanah Jawa. Yang memulai menjadi raja dengan gelar Layon keli semune satriya brangti. Kemudian berganti raja yang bergelar: semune kenya musoni. Tidak lama kemudian berganti.18. Nama rajanya Lung gadung rara nglikasi(Raja yang penuh inisiatif dalam segala hal, namun memiliki kelemahan suka wanita) kemudian berganti gajah meta semune tengu lelaki (Raja yang disegani/ditakuti, namun nista.) Enam puluh tahun menerima kutukan sehingga tenggelam negaranya dan hukum tidak karu-karuan.19. Waktu itu pajaknya rakyat adalah Uang anggris dan uwang. Sebab saya diberi hidangan darah sepitrah. Kemudian negara geger. Tanah tidak berkasiat, pemerintah rusak. Rakyat celaka. Bermacam-macam bencana yang tidak dapat ditolak.20. Negara rusak. Raja berpisah dengan rakyat. Bupati berdiri sendiri-sendiri. Kemudian berganti jaman Kutila. Rajanya Kara Murka(Raja-raja yang saling balas dendam.). Lambangnya Panji loro semune Pajang Mataram(Dua kekuatan pimpinan yang saling jegal ingin menjatuhkan).21. Nakhoda(Orang asing)ikut serta memerintah. Punya keberanian dan kaya. Sarjana (Orang arif dan bijak) tidak ada. Rakyat sengsara. Rumah hancur berantakan diterjang jalan besar. Kemudian diganti dengan lambang Rara ngangsu , randa loro nututi pijer tetukar(( Ratu yang selalu diikuti/diintai dua saudara wanita tua untuk menggantikannya).22. Tidak berkesempatan menghias diri(Raja yang tidak sempat mengatur negara sebab adanya masalah-masalah yang merepotkan ), sinjang kemben tan tinolih itu sebuah lambang yang menurut Seh Ngali Samsujen datangnya Kala Bendu. Di Semarang Tembayat itulah yang mengerti/memahami lambang tersebut.23. Pajak rakyat banyak sekali macamnya. Semakin naik. Panen tidak membuat kenyang. Hasilnya berkurang. orang jahat makin menjadi-jadi Orang besar hatinya jail. Makin hari makin bertambah kesengsaraan negara.24. Hukum dan pengadilan negara tidak berguna. Perintah berganti-ganti. Keadilan tidak ada. Yang benar dianggap salah. Yang jahat dianggap benar. Setan menyamar sebagai wahyu. Banyak orang melupakan Tuhan dan orang tua.25. Wanita hilang kehormatannya. Sebab saya diberi hidangan Endang seorang oleh ki Ajar. Mulai perang tidak berakhir. Kemudian ada tanda negara pecah.26. Banyak hal-hal yang luar biasa. Hujan salah waktu. Banyak gempa dan gerhana. Nyawa tidak berharga. Tanah Jawa berantakan. Kemudian raja Kara Murka Kutila musnah.27. Kemudian kelak akan datang Tunjung putih semune Pudak kasungsang(Raja berhati putih namun masih tersembunyi). Lahir di bumi Mekah(Orang Islam yang sangat bertauhid). Menjadi raja di dunia, bergelar Ratu Amisan, redalah kesengsaraan di bumi, nakhoda ikut ke dalam persidangan.28. Raja keturunan waliyullah. Berkedaton dua di Mekah dan Tanah Jawa(Orang Islam yang sangat menghormati leluhurnya dan menyatu dengan ajaran tradisi Jawa (kawruh Jawa)). Letaknya dekat dengan gunung Perahu, sebelah barat tempuran. Dicintai pasukannya. Memang raja yang terkenal sedunia.29. Waktu itulah ada keadilan. Rakyat pajaknya dinar sebab saya diberi hidangan bunga seruni oleh ki Ajar. Waktu itu pemerintahan raja baik sekali. Orangnya tampan senyumnya manis sekali.== Isi Ramalan ==1. Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran --- Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda.2. Tanah Jawa kalungan wesi --- Pulau Jawa berkalung besi.3. Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang --- Perahu berjalan di angkasa.4. Kali ilang kedhunge --- Sungai kehilangan mata air.5. Pasar ilang kumandhang --- Pasar kehilangan suara.6. Iku tandha yen tekane zaman Jayabaya wis cedhak --- Itulah pertanda zaman Jayabaya telah mendekat.7. Bumi saya suwe saya mengkeret --- Bumi semakin lama semakin mengerut.8. Sekilan bumi dipajeki --- Sejengkal tanah dikenai pajak.9. Jaran doyan mangan sambel --- Kuda suka makan sambal.10. Wong wadon nganggo pakeyan lanang --- Orang perempuan berpakaian lelaki.11. Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking zaman--- Itu pertanda orang akan mengalami zaman berbolak-balik12. Akeh janji ora ditetepi --- Banyak janji tidak ditepati.13. keh wong wani nglanggar sumpahe dhewe--- Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri.14. Manungsa padha seneng nyalah--- Orang-orang saling lempar kesalahan.15. Ora ngendahake hukum Hyang Widhi--- Tak peduli akan hukum Hyang Widhi.16. Barang jahat diangkat-angkat--- Yang jahat dijunjung-junjung.17. Barang suci dibenci--- Yang suci (justru) dibenci.18. Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit--- Banyak orang hanya mementingkan uang.19. Lali kamanungsan--- Lupa jati kemanusiaan.20. Lali kabecikan--- Lupa hikmah kebaikan.21. Lali sanak lali kadang--- Lupa sanak lupa saudara.22. Akeh bapa lali anak--- Banyak ayah lupa anak.23. Akeh anak wani nglawan ibu--- Banyak anak berani melawan ibu.24. Nantang bapa--- Menantang ayah.25. Sedulur padha cidra--- Saudara dan saudara saling khianat.26. Kulawarga padha curiga--- Keluarga saling curiga.27. Kanca dadi mungsuh --- Kawan menjadi lawan.28. Akeh manungsa lali asale --- Banyak orang lupa asal-usul.29. Ukuman Ratu ora adil --- Hukuman Raja tidak adil30. Akeh pangkat sing jahat lan ganjil--- Banyak pejabat jahat dan ganjil31. Akeh kelakuan sing ganjil --- Banyak ulah-tabiat ganjil32. Wong apik-apik padha kapencil --- Orang yang baik justru tersisih.33. Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin --- Banyak orang kerja halal justru merasa malu.34. Luwih utama ngapusi --- Lebih mengutamakan menipu.35. Wegah nyambut gawe --- Malas untuk bekerja.36. Kepingin urip mewah --- Inginnya hidup mewah.37. Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka --- Melepas nafsu angkara murka, memupuk durhaka.38. Wong bener thenger-thenger --- Orang (yang) benar termangu-mangu.39. Wong salah bungah --- Orang (yang) salah gembira ria.40. Wong apik ditampik-tampik--- Orang (yang) baik ditolak ditampik (diping-pong).41. Wong jahat munggah pangkat--- Orang (yang) jahat naik pangkat.42. Wong agung kasinggung--- Orang (yang) mulia dilecehkan43. Wong ala kapuja--- Orang (yang) jahat dipuji-puji.44. Wong wadon ilang kawirangane--- perempuan hilang malu.45. Wong lanang ilang kaprawirane--- Laki-laki hilang perwira/kejantanan46. Akeh wong lanang ora duwe bojo--- Banyak laki-laki tak mau beristri.47. Akeh wong wadon ora setya marang bojone--- Banyak perempuan ingkar pada suami.48. Akeh ibu padha ngedol anake--- Banyak ibu menjual anak.49. Akeh wong wadon ngedol awake--- Banyak perempuan menjual diri.50. Akeh wong ijol bebojo--- Banyak orang tukar istri/suami.51. Wong wadon nunggang jaran--- Perempuan menunggang kuda.52. Wong lanang linggih plangki--- Laki-laki naik tandu.53. Randha seuang loro--- Dua janda harga seuang (Red.: seuang = 8,5 sen).54. Prawan seaga lima--- Lima perawan lima picis.55. Dhudha pincang laku sembilan uang--- Duda pincang laku sembilan uang.56. Akeh wong ngedol ngelmu--- Banyak orang berdagang ilmu.57. Akeh wong ngaku-aku--- Banyak orang mengaku diri.58. Njabane putih njerone dhadhu--- Di luar putih di dalam jingga.59. Ngakune suci, nanging sucine palsu--- Mengaku suci, tapi palsu belaka.60. Akeh bujuk akeh lojo--- Banyak tipu banyak muslihat.61. Akeh udan salah mangsa--- Banyak hujan salah musim.62. Akeh prawan tuwa--- Banyak perawan tua.63. Akeh randha nglairake anak--- Banyak janda melahirkan bayi.64. Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne--- Banyak anak lahir mencari bapaknya.65. Agama akeh sing nantang--- Agama banyak ditentang.66. Prikamanungsan saya ilang--- Perikemanusiaan semakin hilang.67. Omah suci dibenci--- Rumah suci dijauhi.68. Omah ala saya dipuja--- Rumah maksiat makin dipuja.69. Wong wadon lacur ing ngendi-endi--- Perempuan lacur dimana-mana.70. Akeh laknat--- Banyak kutukan71. Akeh pengkianat--- Banyak pengkhianat.72. Anak mangan bapak---Anak makan bapak.73. Sedulur mangan sedulur---Saudara makan saudara.74. Kanca dadi mungsuh---Kawan menjadi lawan.75. Guru disatru---Guru dimusuhi.76. Tangga padha curiga---Tetangga saling curiga.77. Kana-kene saya angkara murka --- Angkara murka semakin menjadi-jadi.78. Sing weruh kebubuhan---Barangsiapa tahu terkena beban.79. Sing ora weruh ketutuh---Sedang yang tak tahu disalahkan.80. Besuk yen ana peperangan---Kelak jika terjadi perang.81. Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor---Datang dari timur, barat, selatan, dan utara.82. Akeh wong becik saya sengsara--- Banyak orang baik makin sengsara.83. Wong jahat saya seneng--- Sedang yang jahat makin bahagia.84. Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul--- Ketika itu burung gagak dibilang bangau.85. Wong salah dianggep bener---Orang salah dipandang benar.86. Pengkhianat nikmat---Pengkhianat nikmat.87. Durjana saya sempurna--- Durjana semakin sempurna.88. Wong jahat munggah pangkat--- Orang jahat naik pangkat.89. Wong lugu kebelenggu--- Orang yang lugu dibelenggu.90. Wong mulya dikunjara--- Orang yang mulia dipenjara.91. Sing curang garang--- Yang curang berkuasa.92. Sing jujur kojur--- Yang jujur sengsara.93. Pedagang akeh sing keplarang--- Pedagang banyak yang tenggelam.94. Wong main akeh sing ndadi---Penjudi banyak merajalela.95. Akeh barang haram---Banyak barang haram.96. Akeh anak haram---Banyak anak haram.97. Wong wadon nglamar wong lanang---Perempuan melamar laki-laki.98. Wong lanang ngasorake drajate dhewe---Laki-laki memperhina derajat sendiri.99. Akeh barang-barang mlebu luang---Banyak barang terbuang-buang.100. Akeh wong kaliren lan wuda---Banyak orang lapar dan telanjang.101. Wong tuku ngglenik sing dodol---Pembeli membujuk penjual.102. Sing dodol akal okol---Si penjual bermain siasat.103. Wong golek pangan kaya gabah diinteri---Mencari rizki ibarat gabah ditampi.104. Sing kebat kliwat---Yang tangkas lepas.105. Sing telah sambat---Yang terlanjur menggerutu.106. Sing gedhe kesasar---Yang besar tersasar.107. Sing cilik kepleset---Yang kecil terpeleset.108. Sing anggak ketunggak---Yang congkak terbentur.109. Sing wedi mati---Yang takut mati.110. Sing nekat mbrekat---Yang nekat mendapat berkat.111. Sing jerih ketindhih---Yang hati kecil tertindih112. Sing ngawur makmur---Yang ngawur makmur113. Sing ngati-ati ngrintih---Yang berhati-hati merintih.114. Sing ngedan keduman---Yang main gila menerima bagian.115. Sing waras nggagas---Yang sehat pikiran berpikir.116. Wong tani ditaleni---Orang (yang) bertani diikat.117. Wong dora ura-ura---Orang (yang) bohong berdendang.118. Ratu ora netepi janji, musna panguwasane---Raja ingkar janji, hilang wibawanya.119. Bupati dadi rakyat---Pegawai tinggi menjadi rakyat.120. Wong cilik dadi priyayi---Rakyat kecil jadi priyayi.121. Sing mendele dadi gedhe---Yang curang jadi besar.122. Sing jujur kojur---Yang jujur celaka.123. Akeh omah ing ndhuwur jaran---Banyak rumah di punggung kuda.124. Wong mangan wong---Orang makan sesamanya.125. Anak lali bapak---Anak lupa bapa.126. Wong tuwa lali tuwane---Orang tua lupa ketuaan mereka.127. Pedagang adol barang saya laris---Jualan pedagang semakin laris.128. Bandhane saya ludhes---Namun harta mereka makin habis.129. Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan---Banyak orang mati lapar di samping makanan.130. Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara---Banyak orang berharta tapi hidup sengsara.131. Sing edan bisa dandan---Yang gila bisa bersolek.132. Sing bengkong bisa nggalang gedhong---Si bengkok membangun mahligai.133. Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil---Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih.134. Ana peperangan ing njero---Terjadi perang di dalam.135. Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham---Terjadi karena para pembesar banyak salah faham.136. Durjana saya ngambra-ambra---Kejahatan makin merajalela.137. Penjahat saya tambah---Penjahat makin banyak.138. Wong apik saya sengsara---Yang baik makin sengsara.139. Akeh wong mati jalaran saka peperangan---Banyak orang mati karena perang.140. Kebingungan lan kobongan---Karena bingung dan kebakaran.141. Wong bener saya thenger-thenger---Si benar makin tertegun.142. Wong salah saya bungah-bungah---Si salah makin sorak sorai.143. Akeh bandha musna ora karuan lungane---Banyak harta hilang entah ke mana144. Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe---Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa.145. Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram---Banyak barang haram, banyak anak haram.146. Bejane sing lali, bejane sing eling---Beruntunglah si lupa, beruntunglah si sadar.147. Nanging sauntung-untunge sing lali---Tapi betapapun beruntung si lupa.148. Isih untung sing waspada---Masih lebih beruntung si waspada.149. Angkara murka saya ndadi---Angkara murka semakin menjadi.150. Kana-kene saya bingung---Di sana-sini makin bingung.151. Pedagang akeh alangane---Pedagang banyak rintangan.152. Akeh buruh nantang juragan---Banyak buruh melawan majikan.153. Juragan dadi umpan---Majikan menjadi umpan.154. Sing suwarane seru oleh pengaruh---Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh.155. Wong pinter diingar-ingar---Si pandai direcoki.156. Wong ala diuja---Si jahat dimanjakan.157. Wong ngerti mangan ati---Orang yang mengerti makan hati.158. Bandha dadi memala---Hartabenda menjadi penyakit159. Pangkat dadi pemikat---Pangkat menjadi pemukau.160. Sing sawenang-wenang rumangsa menang --- Yang sewenang-wenang merasa menang161. Sing ngalah rumangsa kabeh salah---Yang mengalah merasa serba salah.162. Ana Bupati saka wong sing asor imane---Ada raja berasal orang beriman rendah.163. Patihe kepala judhi---Maha menterinya benggol judi.164. Wong sing atine suci dibenci---Yang berhati suci dibenci.165. Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat---Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa.166. Pemerasan saya ndadra---Pemerasan merajalela.167. Maling lungguh wetenge mblenduk --- Pencuri duduk berperut gendut.168. Pitik angrem saduwure pikulan---Ayam mengeram di atas pikulan.169. Maling wani nantang sing duwe omah---Pencuri menantang si empunya rumah.170. Begal pada ndhugal---Penyamun semakin kurang ajar.171. Rampok padha keplok-keplok---Perampok semua bersorak-sorai.172. Wong momong mitenah sing diemong---Si pengasuh memfitnah yang diasuh173. Wong jaga nyolong sing dijaga---Si penjaga mencuri yang dijaga.174. Wong njamin njaluk dijamin---Si penjamin minta dijamin.175. Akeh wong mendem donga---Banyak orang mabuk doa.176. Kana-kene rebutan unggul---Di mana-mana berebut menang.177. Angkara murka ngombro-ombro---Angkara murka menjadi-jadi.178. Agama ditantang---Agama ditantang.179. Akeh wong angkara murka---Banyak orang angkara murka.180. Nggedhekake duraka---Membesar-besarkan durhaka.181. Ukum agama dilanggar---Hukum agama dilanggar.182. Prikamanungsan di-iles-iles---Perikemanusiaan diinjak-injak.183. Kasusilan ditinggal---Tata susila diabaikan.184. Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi---Banyak orang gila, jahat dan hilang akal budi.185. Wong cilik akeh sing kepencil---Rakyat kecil banyak tersingkir.186. Amarga dadi korbane si jahat sing jajil---Karena menjadi kurban si jahat si laknat.187. Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit---Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit.188. Lan duwe prajurit---Dan punya prajurit.189. Negarane ambane saprawolon---Lebar negeri seperdelapan dunia.190. Tukang mangan suap saya ndadra---Pemakan suap semakin merajalela.191. Wong jahat ditampa---Orang jahat diterima.192. Wong suci dibenci---Orang suci dibenci.193. Timah dianggep perak---Timah dianggap perak.194. Emas diarani tembaga---Emas dibilang tembaga195. Dandang dikandakake kuntul---Gagak disebut bangau.196. Wong dosa sentosa---Orang berdosa sentosa.197. Wong cilik disalahake---Rakyat jelata dipersalahkan.198. Wong nganggur kesungkur---Si penganggur tersungkur.199. Wong sregep krungkep---Si tekun terjerembab.200. Wong nyengit kesengit---Orang busuk hati dibenci.201. Buruh mangluh---Buruh menangis.202. Wong sugih krasa wedi---Orang kaya ketakutan.203. Wong wedi dadi priyayi---Orang takut jadi priyayi.204. Senenge wong jahat---Berbahagialah si jahat.205. Susahe wong cilik---Bersusahlah rakyat kecil.206. Akeh wong dakwa dinakwa---Banyak orang saling tuduh.207. Tindake manungsa saya kuciwa---Ulah manusia semakin tercela.208. Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi---Para raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai.209. Wong Jawa kari separo---Orang Jawa tinggal setengah.210. Landa-Cina kari sejodho --- Belanda-Cina tinggal sepasang.211. Akeh wong ijir, akeh wong cethil---Banyak orang kikir, banyak orang bakhil.212. Sing eman ora keduman---Si hemat tidak mendapat bagian.213. Sing keduman ora eman---Yang mendapat bagian tidak berhemat.214. Akeh wong mbambung---Banyak orang berulah dungu.215. Akeh wong limbung---Banyak orang limbung.216. Selot-selote mbesuk wolak-waliking zaman teka---Lambat-laun datanglah kelak terbaliknya zaman.
sumber : Roabaca.com

Senin, 19 April 2010

MENYELUSURI KOTA BOGOR

MENYELUSURI KOTA BOGOR

Asyiknya Belajar Sambil Bertualang
Kalau kamu bosen rutinitas jalan-jalan di Jakarta atau di Bandung saja, coba sekali-kali kunjungi kota Bogor. Kawasan asri dengan harga yang amat menyenangkan dijamin surga buat backpacker seperti kita yang berbudget kecil :D

Transportasi
Ada dua alternative menggunakan jasa angkutan umum bila kamu ingin mengunjungi kota Bogor. Bias menggunakan bus umum atau dengan kereta api. Kedua-duanya mudah dijangkau dan memiliki banyak trayek. Namun bila kamu terpaksa pulang terlalu malam kamu bias menggunakan bus, karena rute bus Bogor tersedia 24 jam.
Kisaran biaya naik bus tergantung dari letak kamu menaikinya. Missal bus AC UKI-Bogor Rp 7000, Lebak Bulus-Bogor Rp 12000 dan Kalideres-Bogor Rp 12000. Atau tarif ekonomi kisaran rp 3000-Rp 5000 saja.
Untuk trayek Kreta Api, saat ini terdapat banyak alternative yang dapat kkamu pilih. Misal Ekonomi (Rp 3500), Ekonomi-AC (Rp6000), Pakuan (Rp 11000). Dengan trayek Jakarta Kota-Bogor dan Tanah Abang-Bogor.
Untuk menjelajahi tergantung dari tempat yang kamu tuju. Bias menggunakan angkot kecil dengan rata-rata tariff Rp 3000. Bisa juga menggunakan Trans Pakuan (semacam busway), dengan tariff Rp 3000 saja. Dengan rute Bubulak-Abdullah Bin Nuh-Soleh Iskandar-pajajaran-Cidangiang. Namun berhubung backpacker lebih memilih berjalan kaki mengelilingi kota Bogor. Udaranya yang sejuk dan pepohonan rindang nggak bikin kita merasa capek. Ditambah banyak objek keren buat foto-foto seru bareng teman.

Wisata Edukasi
Bukan kekota Bogor namanya kalau kamu nggak mengunjungi museum-museum disana. Ada banyak banget lho museum ciamik yang patut kamu kunjungi. Seperti kebun Raya Bogor, museum etnobotani, museum zoology, museum tanah, museum peta, museum perjuangan, prastasti batu tulis dll.
Yang paling seru disepanjang jalan djuanda kita bias mendekati rusa totol dibalilk pagar Istana Bogor. Nah, rusa-rusa ini jinak banget lho. Kalau beruntung kamu bias memegang dan foto dekat dengan mereka. Jangn lupa ya, kunjungi museum zoology, pas baget buat yang kamu pingin jadi paleontology. Ada fosil hewan maupun pohon yang usianya berjuta-juta tahun lamanya.

Tempat Nongkrong Cihuy
Ada dua taman yang bias dibilang tongkrongan wajib siswa Bogor. Lapangan Sempur dan Taman Kencana. Dua tempat ini dibilang paling ciamik dan lokasinya amat strategis. Nggak perlu ngeluh panas, kota Bogor amat rindang dan berudara sejuk. Setelah lelah capek berjalan mengelilingi bias duduk ditaman ini sambil minum es kelapa segar.
Lapangan Sempur lokasi super besar ini terdiri dari berbagai fasilitas public dan paling rame dikunjungi. Ada lapangna basket, lapangna futsal, lapangan bola, panjat dinding dan dikelilingi penjual makanan kaki lima khas Bogor yang ciamik. Ada macaroni panggang kaki lima juga lho, walau murah tapi uenakk tenan nggak kalah sama yang dikafe.
Sedangakan taman Kencana bentuknya lebih asri dan tidak sebesar lapangan Sempur, tempat ini juga paling keren buat hunting foto. Udah gitu nyaman bangrt buat istirahat melepas lelah karena suasananya amt rindang.

Warung taman
Dari berbagai refrensi, ini dia tempat makan cihuy buat persinggahan terakhir dikota Bogor. Teman-teman hobi banget nongkrong disini karena lokasi dan tempatnya cozy banget. Selain makannya enak, konsep kafe mini ini dibuat amat hijau lengkap dengan bangku dan meja kayu. Survei-survei kayanya cocok nih buat candle dinner sama pacar.
Soal harga nyaman dikantong kok. Menunya juga enak dan tradisional, cocoklah buat perut kita. Jadi, pelengkap paling direkomendasikan yang pasti paket ayam baker WP super komplit yang maknyus plus the manis hangat yang bikin hati sejuk.
Masih kotak-kotak budget, nggak perlu pusing deh. Burun kunjungi Kota Bogor sekarang.

Sabtu, 17 April 2010

Mari Bersama Tanggulangi Tuberkulosis (TB)

Mari Bersama Tanggulangi Tuberkulosis (TB)
Tuberculosis (TB) merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Besar dan luasnya masalah TB di Indonesia diperberat dengan adanya peningkatan infeksi HIV/AIDS yang berkembang cepat dan munculnya permasalahan TB-MDR (Multi drugs Resistant/kebal terhadap bermacam obat).

Tips Pencegahan TB
ü Menutup mulut pada waktu batuk dan bersin
ü Meludah hendaknya pada tempat tertentu yang sudah diberi desinfektan (air sabun).
ü Imunisasi BCG (Bacillus Calmette-Guerin) diberikan pada bayi berumur 2-14 bulan.
ü Menghindari udara dingin.
ü Mengusahakan sinar matahari dan udara segar masuk secukupnya masuk ketempat tidur karena tempat TB mati dengan sinar matahari.
ü Menjemur kasur, bantal, dan tempat tidur terutama di pagi hari.
ü Luas rumah mencukupi sebanding dengan jumlah penghuni.
ü Semua barang yang digunakan penderita harus terpisah, begitu juga mencucinya dan tidak boleh digunakan oleh orang lain.
ü Makanan harus tinggi karbohidrat dan tinggi protein.
ü Bekerja tidak terlalu berat dan istirahat cukup dan teratur
.

Sumber : Koran Seputar Indonesia, senin 29 Maret 2010

Tips Merawat Lampu

Tips Merawat Lampu

v Pilihlah bohlam yang bagus dan berkualitas karena itu bias menjamin apakah lampu tersebut awet atau tidak
v Tiap satu kali dalam sehari, bersihkan lampu dari debu. Terutama untuk jenis lampu nakas atau lampu gantung
v Anda yang menggunakan lampu kristal, sebaiknya sebelum mencuci, perhatikan dahulu jenis kristal yang digunakan. Sebab, tiap jenis kristal itu memiliki pori-pori yang berbeda.
v Saat ingin membersihkan lapu, sebaikanya perhatikan temperatur lampu. Kondisi paling baik untuk membersihkan lampu adalah saat temperature dingin.
v Jangan menggunakan lap kasar karena bakal menimbulkan goresan pada lampu. Sebaiknya menggunakan microfiber dan lap pun harus dalam keadaan lembap.

Sumber : Koran Seputar Indonesia, senin 29 Maret 2010